“….Well inilah penyebabnya mengapa akhirnya Fibonacci menjadi ilmu analisa teknikal khusus, dan bahkan dengan angka akurasi yang membuat kita mungkin tercengang yaitu 96% menurut Jeff Boyd seorang analis forex dalam sebuah artikelnya.”

(selengkapnya baca artikel tentang apa dan bagaimana,analisa Fibonacci? hanya di http://forexanalyze.blogspot.com)

Sabtu, 05 April 2008

RSI

Diperkenalkan oleh J. Welles Wilder tahun 1978. Nilai dari RSI berada pada kisaran 0 - 100. RSI indikator yang membandingkan momentum harga yakni antara nilai pada saat ini terhadap daya tarik losses yang terjadi.


RSI digunakan untuk mengetahui:
- Divergence positif / negatif
- Momentum pergerakan harga
- Kondisi overbought / oversold



Pada gambar, warna kuning adalah daerah OB dan OS pada RSI yaitu diatas 70 dan dibawah 30.
Centerline Crossover
Cara membaca kekuatan momentum suatu harga yakni bila garis RSI menembus centerline dari bawah maka sedang terjadi trend kenaikan. Besarnya momentum sebanding dengan besar nilai RSI yang terjadi.


Dengan centerline crossover ini maka akan sangat membantu kita dalam menentukan kondisi beli dan jual.

False Signal pada RSI
RSI bergerak dengan sangat sensitif, memungkinkan kesempatan untuk terjadi false signal. RSI lebih sering dipakai sebagai penguat oleh indikator lain. Cara untuk mengurangi false signal pada RSI adalah mencari periode yang terbaik pada RSI yang hendak digunakan.


Pada gambar di atas RSI 18 (biru) terlihat lebih lamban dalam mengakomodasi pergerakan mata uang dibandingkan dengan periode 14. Cara lainnya lagi adalah dengan memberikan penghalus pada RSI menggunakan SMA.


Gambar diatas menggunakan SMA 3 periode untuk menghaluskan RSI yang terlalu keriting. Dalam penggunaan SMA pada RSI, perlu dipahami untuk tidak menggunakan periode yang lebih besar dari 5 dikarenakan akan merusak keunggulan RSI itu sendiri yaitu sensitifitasnya.

STOCHASTIC OSCILLATOR

Ciptaan George C Lane pada akhir 50-an. Stochastic Oscillator digunakan untuk menunjukkan posisi closing relatif terhadap range transaksi dalam suatu periode tertentu. Indikator ini dipakai untuk mengukur kekuatan relatif harga terakhir terhadap selang harga tertinggi dan terrendahnya selama selang periode yang kita inginkan. Terdiri dari dua garis yang disebut %K dan %D, inti dari indikator ini adalah %K itu sendiri sedangkan %D adalah SMA dari %K. Bisa dikatakan bahwa %D adalah sebagai garis pengidentifikasian arah %K. Kegunaan indikator ini untuk mengakomodasi pergerakan jenuh beli dan jual dari pergerakan mata uang.


Stochastic Oscillator GBPUSD daily, tampak %K cenderung lebih keriting dibanding %D yang adalah smoother. Indikator ini dapat kita gunakan untuk menentukan keadaan overbought/ oversold.

Overbought / Oversold
Keadaan overbought/ oversold diperoleh bila garis %K memasuki batasan 20 untuk oversold dan diatas 80 untuk overbought.


Ketika harga masuk ke area OB atau OS maka perlahan akan kembali bergerak turun seiring dengan arah pergerakan Stochastic. Berapa kali Stochastic menunjukkan ketepatan yang luar biasa dalam mengetahui arah pergerakan selanjutnya ( lingkaran merah ).

%K and %D Crossing
Perpotongan %D dan %K dapat digunakan untuk menentukan sebuah posisi Buy/ Sell, yaitu perubahan trend untuk jangka waktu singkat ke depan. Kondisi Bullish terjadi bila garis %K memotong %D dari bawah dan sebaliknya trend Bearish diperoleh ketika %K memotong dari atas. Keadaan ini bisa saja berlangsung bahkan ketika kedua garis sedang dalam wilayah overbought/ oversold.


Ketika %K dan %D saling berpotongan dan mulai bergerak ke atas (warna kuning) harga juga menunjukkan uptrend dan terus bergerak naik. Sebaliknya ketika harga bergerak turun, %K dan %D juga saling berpotongan dan menunjukkan arah ke bawah (ditandai dengan warna hijau). Kedua keadaan ini terus menerus berulang dan silih berganti.